Fotosintesis

Tidak seperti hewan dan manusia, tumbuhan dapat membuat makanan sendiri, sehingga disebut sebagai organisme autotrof. Bagaimana cara tumbuhan membuat makanannya sendiri?

Pembagian Daerah Waktu di ndonesia

Selain mempermudah kita dalam menggambarkan letak Indonesia di permukaan bumi, garis bujur atau longitude juga digunakan sebagai patokan dalam menentukan daerah waktu..

Musyawarah dan Keputusan Bersama

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan musyawarah, mufakat, dan voting ?

Mainan Yang Digerakkan dengan Tali

Ayo kita belajar membuat mainan sendiri!

Si Merah Yang Menyehatkan

Siapa yang tak kenal tomat? Tapi banyak juga sih yang tidak suka tomat, padahal sudah jadi rahasia umum kalau si tomat ini sehat sekali.

Mendidik Anak Melalui Aktifitas Bermain

Sebagian besar orang tua mungkin berpendapat bahwa terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas belajar dan bodoh. Tetapi ....

Pecahan Senilai

Satu perdua dan empat perdelapan dapat disebut sebagai pecahan yang senilai karena meskipun lambang bilangannya berbeda, tetapi ....

JIKA ADA PERTANYAAN SEPUTAR KONTEN DALAM BLOG INI, SILAHKAN INBOX FB SAYA SAJA KARENA SAYA SERING TIDAK SEMPAT MEMBACA KOMENTAR FACEBOOK DI TIAP POSTING

Kamis, 30 Januari 2014

Asyik Main Sisa Kabel di kelas Bu Asih

Tambah anggota keluarga baru, jadi tambah sibuk sampai blog nggak keurus. Mencoba fokus berperan jadi ibu yang baik di rumah dan di kelas saja sudah menyita hampir seluruh waktu. Tapi.... namanya hobi, tetep bikin kangen. Menyempatkan diri sesekali posting aah.... :)

Mengingat keterbatasan waktu, mau pamer aktivitas anak-anak di kelas aja dulu...hehe. Poto-photo ini diambil waktu kami membuat elektromagnet dengan bahan-bahan seadanya yang tidak perlu dibeli, kecuali batu baterai tentunya. Tapi ada juga muridku yang pakai baterai handphone.... ya bolehlaah.... liat sisi kreatifnya dong....
















Sabtu, 05 Oktober 2013

Kutunggu Saatnya Kau Jadi Kupu-kupu yang Indah Nak....


Selalu ada warna baru setiap pergantian tahun ajaran, meskipun sebenarnya nggak jauh beda, yaa... dari biru ke ungu ibaratnya.

Setiap tahunnya ada saja anak yang saat masuk kelas 5, masih belum begitu  lancar membaca, atau berhitung.  Hanya saja tahun ini, mungkin harus ekstra kerja keras. Tahun ini prosentase anak yang "low motivated" agak banyak. Beberapa anak bahkan sudah 3 kali tinggal kelas. Lha wong masuk kelas 5 saja usianya sudah 13 bahkan ada satu anak yang usianya 14 tahun ( 2 bulan kedepan bahkan sudah genap 15 tahun). Harusnya mereka kan paling tidak sudah kelas 2 SMP. 

Tidak hanya rendah dalam prestasi akademis, mereka juga rajin sekali bikin ulah di sekolah. Alhamdulillah hingga pertengahan semester gasal ini situasi pembelajaran di kelas masih dapat dikendalikan, tapi kalo sudah istirahat atau pulang sekolah, ada-ada saja kasusnya. Yang berantem, gangguin adik kelas, de-el-el. Tapi harus disadari, sudah resiko jadi guru di pelosok seperti tempatku mengajar. Setidaknya masih lebih mendingan daripada di SD-SD pinggiran kota (beberapa yang aku tahu). 

Satu hal yang harus kuyakinkan pada diri sendiri, "tak ada kata terlambat untuk berubah". Mungkin mereka hanya belum menemukan "titik motivasi" mereka saja. Dari pengalaman selama beberapa tahun mengajar, anak-anak seperti mereka pasti juga memiliki kelebihan, hanya saja akan butuh kerja keras untuk menemukan potensi itu. Seperti siswaku yang tahun kemarin juara I lomba ketrampilan tingkat kabupaten misalnya, sebelumnya juga sudah beberapa kali tidak naik kelas. Seiring dengan keberhasilanyya dalam lomba, nilai-nilai dalam mata pelajaran lain juga ikut meningkat. Mungkin yang mereka butuhkan hanyalah perhatian, kesempatan, dan dorongan. 

Bismillah, kutunggu saatnya kau jadi kupu-kupu yang indah nak.....

Jumat, 12 April 2013

Ujung dari Sebuah Kebohongan

Berbincang dengan orang yang lebih dewasa, sering kali membuat kita belajar banyak hal tentang kehidupan. Memang benar kata orang bijak, orang yang lebih berumur otomatis lebih banyak mengenyam asam garam kehidupan, meskipun cara mereka mensikapi persoalan ada juga yang tidak patut ditiru, tentu harus kita kembalikan kepada kaidah benar-salah yang sesungguhnya. Kalau saya sebagai seorang muslim, tentu saya kembalikan kepada "Bagaimana aturan agama saya tentang hal tersebut".
Beberapa waktu lalu saat berbincang dengan teman kuliah saya, saya jadi belajar satu hal tentang " Ujung dari sebuah kebohongan".
Meskipun kami teman kuliah, jangan bayangkan kalau beliau masih muda belia. Usia beliau sekarang sudah lebih dari 60 tahun. Lho kakek-kakek usia 60-an tahun kok masih kuliah? Bisa dibilang beliau adalah salah satu korban UU Sisdiknas yang mengharuskan seorang pendidik harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1.
Saat itu kami sedang duduk-duduk di beranda ruang kuliah, sambil menunggu jam perkuliahan dimulai. Kami berbincang-bincang tentang latar belakang masing-masing, sekedar mengakrabkan diri.Diantara perbincangan tersebut beliau berkata: " Saya ini sebenarnya sudah males mikir yang berat-berat mbak ..., Bapak ini kan seharusnya sudah pensiun. Dulu itu waktu pengangkatan(menjadi PNS), umurnya di-muda-kan." Maunya sih supaya tidak cepat pensiun, tapi malah jadi susah sendiri sekarang .... Harusnya kan Bapak bisa santai di rumah, menimang cucu saja...." .
Jadi kasihan melihat si Bapak....
Dari cerita beliau ada satu hal yang saya catat....
" Kisah beliau merupakan salah satu  bukti, bahwa kebohongan pada akhirnya akan berujung pada penyesalan"
Wah semoga apa yang beliau alami bisa menjadi pelajaran bagi saya pribadi, supaya ke depan jangan memilih kebohongan sebagai jalan pintas atas masalah yang saya hadapi. Amiin...

Kamis, 21 Februari 2013

Lomba Mengarang Cerpen Anak Untuk Guru Tahun 2013 di Majalah Bobo

Kabar gembira untuk Bapak/ Ibu Guru yang hoby menulis cerpen.
Menyambut Hari Ulang Tahun Ke-40 Majalah Bobo, tanggal 14 April 2013 nanti, Majalah Bobo kembali menyelenggarakan Lomba Mengarang Cerpen oleh Guru. Hadiahnya lumayan lho....

Bagi Anda yang berminat berikut adalah syarat dan ketentuan Lomba :

Syarat Lomba
1. Lomba ini untuk para guru.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil ide dari karya lain yang sudah ada.
4. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa (cetak maupun elektronik) dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
5. Tema bebas, asalkan sesuai untuk anak.
6. Atas karya yang menang, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo.
7. Atas naskah yang tidak menang lomba tetapi memenuhi syarat untuk diterbitkan, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo. Penulis akan mendapat honor atas pemuatan naskah tersebut.
8. Naskah yang masuk menjadi hak Redaksi dan tidak dikembalikan.
9. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
10. Hadiah untuk pemenang sudah termasuk honorarium pemuatan di Majalah Bobo maupun segala alih bentuknya.

Ketentuan Teknis
1. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah cerpen.
2. Naskah diketik di kertas berukuran folio dengan jarak 2 (dua) spasi. Panjang tulisan maksimal 3 halaman.
3. Lampirkan di setiap naskah: biografi singkat penulis, surat keterangan dari Kepala Sekolah serta cap sekolah, fotokopi KTP, nomor telepon rumah/hp, nomor rekening bank, dan selembar foto terbaru ukuran kartu pos (3R).
4. Naskah dimasukkan ke dalam amplop. Tuliskan: Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru di sudut kiri atas amplop.
5. Karya dikirimkan ke: Panitia Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru, Redaksi Majalah Bobo, Jl. Panjang No. 8A, Jakarta 11530.
6. Karya peserta diterima panitia paling lambat pada tanggal 13 April 2013.

Hadiah:
Juara I: Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah)
Juara II: Rp6.500.000,00 (enam juta lima ratus ribu rupiah)
Juara III: Rp5.500.000,00 (lima juta lima ratus ribu rupiah)
10 (sepuluh) pemenang harapan, masing-masing berhadiah Rp1.000.000,00.
(satu juta rupiah)

Lain-Lain 
1. Pengumuman Pemenang akan dimuat di Majalah Bobo No. 08/XLI, yang terbit tanggal 30 Mei 2013.
2. Hadiah akan dikirim melalui transfer lewat bank.
3. Pemenang akan mendapat surat pemberitahuan langsung dari Majalah Bobo dan tidak melalui agen/perantara lain.
4. Waspadalah dengan penipuan yang berkedok ingin membantu/mengurusi pemenang. Jangan pernah melayani permintaan transfer uang sedikit pun. Kalau ada hal yang mencurigakan, segeralah menelepon Redaksi Majalah Bobo: (021) 5330150, (021) 5330170, pesw. 33201, 33206.

Sumber : http://bobo.kidnesia.com

Sabtu, 19 Januari 2013

Butuh Bantuan Buku...Mohon Dibantu!

Akhirnya.....
Satu dari cita-citaku hampir terwujud.
Sejak mulai mengajar saya sering berandai, untuk bisa membuat perpustakaan sekolah, supaya anak-anak punya alternatif kegiatan positif untuk mengisi waktu senggangnya.

Kenapa perpustakaan?

Seperti sudah aku ceritakan sebelumnya, SD tempatku mengajar letaknya agak terisolir, jangankan berinternet ria, mereka bahkan tidak pernah bertemu koran, selain sebagai kertas pembungkus. Jadi ya tidak aneh, kalau yang mereka tahu tentang dunia luar hanyalah apa yang mereka lihat di televisi. Dan pastinya acara kartun atau film-film yang tidak mendidik jauh lebih menarik untuk mereka tonton. Apa yang bisa mereka pelajari dari tontonan semacam itu? Nothing!!!! Jadi malas belajar ... iyaa!

Jika sekolah kami punya perpuskaan, aku berharap sedikit banyak mereka tahu lebih banyak hal. Kan kata orang " Buku adalah jendela dunia"...hehe...Dan penting juga kan menanamkan kebiasaan membaca sejak dini? Katanya sih minat baca penduduk Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Akhir tahun 2012 lalu alhamdulillah sekolah kami mendapatkan bantuan DAK gedung perpustakaan plus mebeler. Sayangnya sampai sekarang, gedung perpustakaan baru kami belum bisa digunakan, karena kami belum memiliki koleksi buku. Katanya sih dahulu kala sekolah kami juga pernah memiliki perpustakaan, tapi setelah membongkar semua lemari yang ada,kami hanya menemukan sekitar 20 buku, dan kondisinya juga sudah cukup memprihatinkan, sisanya hanya buku-buku pelajaran kurikulum lama yang sudah tidak digunakan.

Sedihnya lagi, kami tidak tahu kapan kami bisa memperoleh bantuan buku. Semoga tidak seperti salah satu rekan di Purworejo yang sekolahnya mendapatkan DAK gedung perpustakaan tahun lalu. Sampai sekarang perpustakaan masih kosong melompong, karena bantuan buku tak kunjung datang.

Saat tadi pagi membaca status di Facebook yang isinya meminta bantuan buku, saya jadi terpikir untuk meminta bantuan buku melalui blog ini. Jadi bagi para pembaca yang berkenan, kami akan sangat berterima kasih  jika Anda berkenan memberikan bantuan berupa :
-  Informasi, dari mana kami bisa memperoleh bantuan buku
-  Buku, baik baru maupun bekas ( yang masih layak baca tentunya...)
-  Dana untuk pembelian buku

Bantuan dapat dikirimkan ke alamat berikut ini :
Asih Pujiariani
Jln. Slamet Riyadi No. 69 A, kel. Jampiroso, Kec. Temanggung, Kab.Temanggung, Jawa Tengah 56216

MESIN PENCARI