Asyik dapat bonus lagi...


Mendengar kabar baik yang satu ini, rasanya lebih menyenangkan dari mendengar berita kenaikan gaji....

Ya inilah salah satu bukti bahwa tidak semua hal bisa dinilai dengan materi.
Kalau dinilai secara materi memang tidak ada apa-apanya,... dari segi prestise juga ...Yang dapat pujian biasanya malah Kepala Sekolah.

Tapi menurutku, mendengar muridku berprestasi, rasanya sungguh membanggakan.
Mungkin bagi guru lain yang siswanya sudah langganan jadi juara, prestasi mereka bukan apa-apa. Lha wong cuma juara kecamatan....
Tapi buatku..." Nak kau sungguh membuat Ibu sangat bangga...."



Bagaimana tidak? SDku yang selama bertahun-tahun tak pernah juara dalam lomba apapun, tahun ini panen rejeki... Sigit Setiyo Budi jadi juara I Matematika,  Muhammad Syafudin jadi juara 1 lomba ketrampilan, Nur Khayati juga juara 1 untuk lomba cipta lagu, Nanang Fatori juara 3 lomba lukis, Zakiyatul Fahiroh juara 3 lomba cerita bergambar.

Semuanya memang masih di tingkat kecamatan, mungkin juga belum tentu menang di tingkat kabupaten, tapi ini bagiku seperti sebuah lejitan yang hebat. Rasanya segala jerih payah sudah dibayar dengan pantas. Tapi bukan berarti perjuangan telah usai.... Kemenangan mereka juga berarti bahwa ke depan harus berusaha lebih keras lagi. Begitu juga tahun depan.

Kebahagiaan seperti inilah banus yang sesungguhnya bagi seorang guru....
Setelah sekitar tiga tahun menjalani profesi ini, aku jadi semakin menyadari, membuka mata dan pikiran mereka agar terpacu untuk berprestasi jauh lebih sulit dari pada mempelajari segala disiplin ilmu.

Selain pahala dari Alloh, yang paling aku harapkan adalah suatu saat anak-anakkku akan berkata " Aku sesukses ini sekarang, salah satunya karena Ibu...."
Anak-anakku jangan berhenti membuat ibu tersenyum bangga!
Terima kasih untuk rasa bahagia ini.
Semoga sukses bersamamu selalu....( Amiin)

NB:
 Aku bisa seperti sekarang tidak lepas dari jerih payah Ibu tersayang, Bu mArliyah, Pak Suparjan, Pak Ponidi, Pak Moko, Bu Wahyu, Pak Sarengat, Pak Teguh, Pak Nasir, juga Bu Prang. Terima kasih....  

0 komentar