Kurikulum 2013 untuk SD, Kian Asyik


Tidak dapat dipungkiri, memang banyak pendapat miring seputar pemberlakuan kurikulum baru ini, banyak pihak yang agak pesimis, kalau pemberlakuan kurikulum 2013 dapat berjalan mulus. Sesuatu yang baru memang wajar mendapat reaksi demikian. Tapi  walau bagaimanapun, sebagai seorang guru yang bekerja untuk pemerintah negri tercinta ini, dengan suka atau terpaksa saya harus berusaha melaksanakan dengan upaya terbaik yang saya bisa bukan? Lagi pula untuk kebaikan bersama, apa salahnya mencoba sesuatu yang baru?
Alhamdulillah beberapa hari lalu baru dapat kesempatan diklat kurikulum 2013. Alhamdulillah tempatnya juga dekat, jadi tidak perlu terlalu lama meninggalkan anak-anak. Memang sih… mungkin tidak sejelas kalo langsung dari LPMP atau Dinas Propinsi, tapi lumayanlaaah.... oleh-olehnya yang bisa di share. 


Saya pribadi sejujurnya melihat ada beberapa kelebihan kurikulum 2013 dibandingkan kurikulum lama, salah satunya adalah dalam hal penilaian dan pendidikan karakter pada anak juga tuntutan untuk melaksanakan pembelajaran tematik. Jika hal ini dapat diimlementasikan dengan baik mungkin saja bisa sedikit memperbaiki carut marut bangsa ini. Mungkin memang saya sebagai guru harus bekerja ekstra keras, misalnya dalam hal penilaian  proses pembelajaran siswa. Jika sebelumnya penilaian lebih dititik beratkan pada hasil, sekarang penilaian harus dilaksanakan dengan pendekatan proses, dimana proses belajar siswa tidak hanya dinilai dari hasil ulangan semata, melainkan dari usahanya mencapai kompetensi yang diharapkan. Aspek penilaian juga lebih terperinci, meliputi aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Jika sebelumnya raport hanya berisi angka-angka yang bisa saja diperoleh dari hasil mencontek, sekarang rapor siswa akan berupa deskripsi hasil pembelajaran siswa dari A sampai Z. Sedikit repot memang, tapi tak apalah memang saya melamar jadi PNS untuk bekerja kan?..... hehehe

Satu hal yang perlu diingat, sebaik apapun kurikulum yang di konsep pemerintah, hasilnya akan sangat tergantung dari pelaksana di lapangan. Tentu saja tidak hanya guru, bagaimana kesiapan pemerintah menyediakan fasilitas yang diperlukan akan sangat berpengaruh, juga dukungan masyarakat dan orang tua, tapi peran guru juga cukup dominan. Kreativitas dan kinerja guru sebagai pelaksana kurikulum di sekolah akan sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa, terutama bagi siswa SD, karena di SD peran guru masih sangat dominan. Bagi saya pribadi ini sebuah PR tersendiri. Masih perlu banyak belajar dan belajar untuk menjadi guru yang baik.....

Bismillah....semoga saya bisa melaksanakan amanah ini sebaik yang saya bisa.

0 komentar