JIKA ADA PERTANYAAN SEPUTAR KONTEN DALAM BLOG INI, SILAHKAN INBOX FB SAYA SAJA KARENA SAYA SERING TIDAK SEMPAT MEMBACA KOMENTAR FACEBOOK DI TIAP POSTING

Jumat, 24 Agustus 2012

Penyebaran Fauna di Indonesia



Mata Pelajaran                       :   ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)
Kelas / Semester                   :   V / I

Standar Kompetensi              :
1. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu-Budha dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia

Kompetensi Dasar                 :
1.3 Mengenal keragaman kenampakan alam dan buatan, serta pembagian wilayah waktu di Indonesia dengan menggunakan peta/globe/ media lainnya.

*********************************************************************************

Garis Wallace, membagi fauna Indonesia ke dua kategori

Coba kalian perhatikan peta di atas! Dapat kalian lihat kalau laut yang berada dianrtara pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga ke benua Asia berwarna lebih terang dibandingkan laut di sekitar pulau Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, sedangkan laut yang membatasi pulau Papua dengan Benua Australia, kembali berwarna terang. Semakin terang warna laut pada peta menunjukkan bawha laut tersebut semakin dangkal. 


Para ahli geologi berpendapat, bahwa pada jaman purba, pulau-pulau di wilayah barat Indonesia merupakan bagian dari benua Asia, sedangkan Pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya semula adalah bagian dari benua Australia. Salah satu buktinya adalah flora dan dan fauna yang ada di pulau-pulau tersebut. Flora dan fauna di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan serupa dengan flora dan dan fauna benua Asia, sedangkan flora dan dan fauna di pulau Papua, serupa dengan flora dan dan fauna di benua Australia, sedangkan flora dan dan fauna di Pulau Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara merupakan fauna peralihan yang tidak serupa dengan fauna di benua Asia maupun Australia.

Pada abad ke-19, Alfred Russel Wallace mengusulkan ide tentang Garis Wallace, yang merupakan suatu garis imajiner yang membagi kepulauan Indonesia ke dalam dua daerah. Garis tersebut ditarik melalui kepulauan Melayu, di antara Kalimantan (Borneo) dan Sulawesi (Celebes) dan di antara Bali dan Lombok. Seorang peneliti lain, yang berkebangsaan Jerman bernama Weber, berdasarkan penelitiannya, menetapkan batas penyebaran hewan dariAustralia ke Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber. 

Letak garis Wallace dan Weber dapat kalian lihat pada peta di bawah ini
Garis Wallace dan garis Webber

Daerah di sebelah barat garis Wallace dataran Sunda, flora dan faunanya disebut flora dan fauna Asiatis, karena ciri-cirinya sama dengan fauna di benua Asia. Dataran di sebelah timur garis Weber disebut dataran Sahul flora dan faunanya disebut fauna Australis, sedangkan fauna diantara garis Wallace dan garis Weber disebut fauna peralihan.

Berikut adalah perbedaan antar hewan asiatis dan australis:
(klik tabel untuk memperbesar)


Fauna Indonesia
Flora dan Fauna Asiatis
Fauna Asiatis antara lain adalah: 
-  gajah India di Sumatera, 
-  harimau ( terdapat di Jawa, Sumatera, dan Bali), 
-  badak bercula dua ( di Sumatera dan Kalimantan), 
-  badak bercula satu di Jawa, 
-  orang utan (di Sumatera danKalimantan), 
-  Kancil di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan 
-  beruang madu di Sumatera dan Kalimantan. 

Hal yang menarik adalah di Kalimantan tidak terdapat harimau dan di Sulawesi terdapat binatang Asiatis seperti monyet, musang, anoa, dan rusa. Di NusaTenggara terdapat sejenis cecak terbang yang termasuk binatang Asia. 

Fauna endemik di dataran ini adalah, badak bercula satu di Ujung kulon Jawa Barat, Beo Niasdi Kabupaten Nias, Bekantan/Kera Belanda dan Orang Utan di Kalimantan. 

Contoh flora asiatis yaitu: tumbuhan jenis meranti-merantian, berbagai jenis rotan dan berbagai jenis nangka.

Flora dan Fauna Australis
Contoh fauna Australis adalah:
-  kanguru, 
-  kasuari, 
-  kuskus, 
-  burung cendrawasih

Flora yang ada di dataran Sahul disebut juga flora Australis contohnya antara lain kayu besi, cemara, eben hitam, kenari hitam, dan kayu merbau. Di daerah pantai banyak kita jumpai hutan mangrove dan pandan, sedangkan di daerah rawa terdapat sagu untuk bahan makan.

Fauna Peralihan
Di daerah fauna peralihan juga terdapat fauna endemik seperti Komodo di Pulau Komodo dan pulau-pulau sekitarnya, tapir (kerbau liar), burung Kasuari diPulau Morotai, Obi, Halmahera dan Bacanan, dan Tarsius.

Subhanalloh, Kekayaan flora dan fauna ini karunia Tuhan. Maka harus kita jaga, jangan sampai punah !!!

Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang beberapa hewan khas Indonesia, simaklah video berikut!





Klik link berikut ini untuk menyaksikan video yang lain!

*  Burung Jalak Bali
*  Burung Elang Jawa
*  Bekantan


Nah, setelah kamu selesai mempelajari materi di atas, sekarang coba kamu kerjakan soal evaluasi di bawah ini untuk menguji pemahamanmu!






Referensi:



1 komentar:

  1. wah bagus sekali blognya, sangat bermanfaat !saya dari http://ardiyafardhanprayoga.blogspot.com/2012/02/cara-meng-kompres-css-pada-blog-agar.html silahkan kunjung balik ya...

    BalasHapus

MESIN PENCARI